Kotak Peluang

Rahasia Sukses Di Balik Peluang

Peluang Franchise ATM

Franchise “ATM”

Setelah franchise pioneer menenteng sederet keunggulan, akankah franchise “ATM” dan follower mampu menjadi market leader?

Juni silam, saya mengikuti pameran franchise di JCC Jakarta. Ada sebuah pandangan mata yang menarik perhatian saya. Banyaknya waralaba-waralaba baru yang muncul diantara 150an lebih stand yang mengikuti pameran skala internasional tersebut. Diantara waralaba baru yang muncul tampaknya mengamalkan betul ATM. Apa itu ATM? ATM di sini tentu bukan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang biasa disebut dalam dunia perbankan. ATM disini merupakan istilah Amati Tiru dan Modifikasi (ATM) dari merek franchise yang sudah terlebih dahulu eksis dan sukses.

Istilah ATM bagi entrepreneur tentu sudah tidak asing lagi. Pasalnya, istilah ini sering disebut oleh banyak narasumber seminar. Kini ATM, juga mendatangi para pengusaha franchise. Saya melihat ada yang betul-betul copy paste ada juga yang malu-malu mengikuti market leader. Ada beberapa pebisnis franchise atau Business Opportunity (BO) memang tampaknya tidak kreatif. Mereka betul-betul jiplak habis dari pioneer. Mulai dari penamaan, logo, produk, warna, hingga konsep franchisenya dibuat mirip bahkan dalam brosur-brosur penawaran franchisenya tampak tata bahasa yang hampir sama.

Persaingan Franchise

Tentu persaingan tidak bisa dielakan, baik dengan franchise “ATM” maupun franchise yang sama-sama sudah eksis. Coba kita tengok mulai dari kebab sudah lebih dari sepuluh merek hadir. Bahkan pizza “kampung” yang baru muncul juga mulai banyak pengikut. Tidak hanya kelas investasi rendah, nilai investasi puluhan dan ratusan juta juga banyak bermunculan mulai dari burger, bakso, salon, refil tinta, car wash, interior mobil bahkan hingga laundry kiloan. Saya melihat persaingan ini bisa muncul tidak hanya dari kompetitor, bahkan ada beberapa mantan karyawan maupun dari para suplayer yang membuat bisnis. Tentu bagi franchisee hal ini sangat menguntungkan. Pasalnya dengan banyaknya pilihan, mereka dengan leluasa memilih yang terbaik dan yang menguntungkan.

Kalau melihat fenomena ini terus bergulir persaingan akan semakin padat, ketat dan sengit. Tentu saja bagi sang pioneer di bisnis franchise perlu mengantisipasi franchise follower tersebut dan jangan sampai dianggap remeh. Franchise ATM atau follower ini, mulai muncul ketika bisnis ini dianggap menjanjikan dan menggiurkan untuk pengembangan sebuah bisnis. Bahkan dengan berbagai keuunggulannya saya melihat pola waralaba semakin diminati oleh para pebisnis untuk mengembangkan jaringannya.

Dalam dunia marketing hal tersebut dikenal dengan istilah brand follower. Brand follower bisa diartikan sebagai merek pengikut alias merek imitasi. Dalam sebuah buku Managing Immitations Strategies yang ditulis oleh Steven P. Schnaars memperingatkan para pioneer untuk ekstra hati-hati dalam menghadapi follower. “Banyak yang pertama menjadi terakhir dan yang terakhir menjadi pertama”. Tentu ini ancaman serius bagi keberadaan franchisor pioneer.

Kalau dilihat dari sisi franchise pioneer sudah pasti memiliki banyak keunggulan dan memiliki peluang paling besar memimpin pasar franchise dikategorinya. Banyak sisi competitive advantage yang dimiliki franchise pioneer:

Pertama, franchise pioneer lebih dahulu memasuki market franchise sudah tentu memiliki daya ingat yang tinggi dihadapan calon franchisee atau investor. Pastinya memiliki daya tarik yang kuat bagi calon franchisee. Kedua, franchise pioneer sudah menancapkan mereknya dibenak konsumen lebih cepat sudah tentu mendapatkan hati dari konsumen yang baik di pasar. Ketiga, dari sisi merek secara brand awareness dan brand equity tentunya lebih baik.

Keempat, mereka memiliki pengalaman yang panjang dalam membina hubungan dengan franchisee bahkan pengalaman bagaimana menjalankan bisnis franchise sehingga mereka akan lebih cepat beradaptasi dengan market. Kelima, dari sisi organisasi franchise mereka sudah matang sehingga mereka lebih siap dibanding dengan follower. Dan yang tak kalah penting, mereka sudah memiliki network dan infrastruktur yang baik dan sumber kapital yang besar.

Setelah brand pioneer menenteng sederet keunggulan, akankah folower mampu menjadi market leader? Tentu bisa. Diibaratkan dengan hutan, sang pioneer sudah melakukan babat atau membersihkan hutan sedang follower tentu tidak susah lagi masuk kedalam hutan tersebut karena jalannya sudah dibuat. Tapi untuk follower bisa menjadi market leader sangat tergantung dari apa yang menjadi keunggulan dari franchise follower yang akan di tawarkan kepada franchisee dan konsumennya. Pastinya, diperlukan dana dan strategi yang besar untuk mengalahkannya. Selamat Berbisnis!

Salam Franchise,
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi

Kutipan, Salamfranchise.com




Postingan Terkait :


4 komentar:

KangBoed mengatakan...

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang 'tuk sahabatku

KangBoed mengatakan...

eee.. pertamaaaaaaaaaaxxxxxxzzzzzzz..

kaduaxxxxxxxxxxxzzzzz

Salam Sayang

faza mengatakan...

haddiiirrr...
wow... wow... wow...
hebat2, begitu banyak perkembangan begitu ketat persaingan :)
cu...

suzhu BITES mengatakan...

whoalah..padahl td dh aq kirain ATM bank dlm bentuk franchise eh taunya...kayaknya sekarang kita perlu lebih termotifasi buat maju dlm berusaha niy

Posting Komentar

Kebun Emas

Internet Marketing

Friends